Suami Yang Malas Bekerja

Pernikahan & Keluarga, 16 Desember 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum.. Saya Sdh Menikah hmpir 16 thn, Saya pnya 2 anak, Suami saya Dulu bekerja dn saat saya hamil anak kedua dia tiba2 berhenti bekerja alasanya pengen usaha, Akan ttpi Selama dia gk bekerja dia terlena karna sdh merasa enak hidup serba aku ckpi jd malas akan kewajiban nya, Setiap saya suruh bekerja saya carikan pekerjaan alasan nya bnyk bngt, malah saya yg disuruh nafkahi, Saya sdh gk kuat sbnrya,saya pingin cerai ,tp aku binggung kalau cerai saya hrs tinggl dimana sm anak2 sy ,trpksa aku bertahan smpe skrg pdhl hati sdh gk ada rasa cinta pengen cerai... Tlng kasih solusi buat saya, saya hrs bgmana menyelesaikan mslh ini... 

 



-- Siti Fatimah (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Salah satu tugas utama seorang suami adalah memberi nafkah kepada keluarganya sesuai dengan kemampuannya. Jika dia mampu memberi besar maka wajib memberi nafkah yang besar, jika dia hanya mampu memberi sedikit maka yang sedikit itu pula yang harus diberikan. Allah berfirman:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلاَّ مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْراً .

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (QS. Ath Thalaq: 7).

Jika suami tidak memberi nafkah maka dia telah melakukan kedhaliman kepada keluarganya karena dia telah melalaikan kewajibannya. Kewajiban menafkahi keluarga tidak akan berpindah kepada istri karena kemalasan suami mencari nafkah.

Untuk masalah yang sedang anda hadapi,kami sarankan beberapa hal berikut:

  1. Masalah terbesar yang menjadi penyebab anda tidak mencintai suami dan berkeinginan untuk bercerai dengannya adalah ketidakmauannya untuk bekerja mencari nafkah. Sehingga beban nafkah tertimpa kepada anda. Untuk itu bangkitkan kembali tanggung jawabanya sebagai kepala rumah tangga, dia adalah pemimpin rumah tangga, dia adalah tulang punggung keluarga, dia adalah sosok raja yang titahnya diikuti. Dia bukan anak yang meminta makan kepada ibunya. Dia harus menjadi lelaki sejati. Dia harus menunjukkan pada anaknya bagaimana menjadi lelaki dan menjadi suami.
  2. Sampaikan ilmu agama yang terkait kewajiban suami kepada keluarganya. Dengan dia meminta anda memberi nafkah keluarga, menunjukkan bahwa dia tidak tahu bahwa memberi nafkah adalah kewajiban suami secara agama maupun secara sosial. Hendaknya dia menyadari amanah yang harus dia tunaikan selaku suami dan ayah bagi anak-anaknya.
  3. Keluarkan dia dari zona nyaman sebagai penganguran. Bagaimana caranya? anda lebih tahu kondisi suami anda. Sadarkan bahwa malasnya dia dan menganggurnya dia menyebabkan ketidaknyamanan bagi dirinya dan keluarganya. Jika selama ini dia bisa hidup nyaman dengan fasilitas yang anda berikan, bolehlah dicoba anda stop segala fasilitas itu. Bolehlah dicoba anda tidak mengeluarkan biaya hidup sehari-hari, atau cara lain. Karena ada sebagian orang tidak menyadari kesalahannya sampai dia menerima akibatnya.
  4. Anda bisa juga meminta tolong orang lain yang berpengaruh untuk mengembalikan harga dirinya sebagai laki-laki. Menjadi laki-laki yang bertanggung jawab kepada keluarganya. Laki-laki sejati itu bangga memberi bantuan kepada isteri, malu menerima bantuan isteri.

Jika segala macam upaya sudah anda lakukan untuk mengembalikan suami anda menjadi laki-laki yang bertanggung jawab kepada keluarganya tidak membuahkan hasil, pilihan ada di tangan anda. anda boleh memilih bercerai atau bersabar.

Jika anda memilih bercerai, maka anda akan memulai hidup baru dan masa depan baru. Jika sekarang anda bisa menghidupi keluarga tanpa peran suami, maka andapun sebenarnya telah menjalani peran orang tua tunggal. Bisa jadi permintaan cerai anda akan menyadarkan suami anda untuk menjadi suami sejati. Dan jika dia sayang keluarga maka dia tidak akan mau melepaskan anda dan anak begitu saja. Dia akan kembali bangkit untuk memprtahankan keluarganya. Jika dengan anda meminta cerai kepadanya tidak mengubah sikapnya, berarti dia tidak layak untuk dipertahankan.

Jika anda memilih bersabar dan menerima kondisi seperti yang sekarang ini maka itu juga menjadi pintu kebaikan, karena Allah bersama orang yang sabar. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc