Assalamualaikum pak ustadz.. ijin bertanya. Sekitar 6 th lalu saya pernah di talak suami tapi sudah rujuk. Hanya saja saya baru tahu ttg masa iddah wanita di talak itu 3 bln, saya jadi teringat peristiwa tsb dan sekarang ini saya jadi kepikiran. Tapi saya masih ingat kalau dalam masa itu saya sempat hampir 2 bln( tdk lebih) kalau pernah pisah ranjang dan tidak jimak sm sekali dgn suami. Dlm rentang 2 bln tsb telah terjadi talak dan sdh rujuk. Karena (maaf) suami sy tdk bisa terlalu lama menahan hasratnya. yang saya ingat slm kami menikah,2 bln tidak jimak itu waktu yg terlama bagi kami.
Jadi apakah slm rentang 2 bln tsb (talak dan rujuk di masa itu) bisa di jadikan patokan kalau kami rujuk di dalam masa iddah dan tidak perlu melakukan akad nikah lagi di masa sekarang pak ustadz? Trm kasih jawabannya.Wasalamualaykum warrohmatullahi wabarokatuh
Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Dalam kitab “al fiqh al islami wa adillatuhu” yang di tulis oleh Dr. Wahbah Zuhaily, jilid VII/465-467 disampaikan pendapat para imam madzhab tentang cara merujuk istri di masa iddah pada talak raj’i:
Ataupun dengan perkataan kinayah/sindiran /tidak tegas/tidak langsung,mereka membolehkannya dengan syarat ada niat utuk rujuk. Contoh perkataan suami: ”saya nikahi kamu” atau” “kamu sekarang berada dalam tanggung jawabku”.
Kami lebih cenderung untuk memilih pendapat jumhur ulama/mayoritas ulama yang membolehkan rujuk dengan perbuatan. Wallahu a’lam bishowab. (as)