Masa Iddah

Pernikahan & Keluarga, 23 April 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustadz.. ijin bertanya. Sekitar 6 th lalu saya pernah di talak suami tapi sudah rujuk. Hanya saja saya baru tahu ttg masa iddah wanita di talak itu 3 bln, saya jadi teringat peristiwa tsb dan sekarang ini saya jadi kepikiran. Tapi saya masih ingat kalau dalam masa itu saya sempat hampir 2 bln( tdk lebih) kalau pernah pisah ranjang dan tidak jimak sm sekali dgn suami. Dlm rentang 2 bln tsb telah terjadi talak dan sdh rujuk. Karena (maaf) suami sy tdk bisa terlalu lama menahan hasratnya. yang saya ingat slm kami menikah,2 bln tidak jimak itu waktu yg terlama bagi kami.

Jadi apakah slm rentang 2 bln tsb (talak dan rujuk di masa itu) bisa di jadikan patokan kalau kami rujuk di dalam masa iddah dan tidak perlu melakukan akad nikah lagi di masa sekarang pak ustadz? Trm kasih jawabannya.Wasalamualaykum warrohmatullahi wabarokatuh

 

 

 

 



-- Dian (Blitar)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Dalam kitab “al fiqh al islami wa adillatuhu” yang di tulis oleh Dr. Wahbah Zuhaily, jilid VII/465-467  disampaikan pendapat para imam madzhab tentang cara merujuk istri di masa iddah pada talak raj’i:

  1. Jumhur/mayoritas ulama bersepakat bahwa; rujuk bisa dilakukan dengan perkataan yang sharih atau tegas. Seperti perkataan suami kepada istrinya: ” saya rujuk kamu”.

Ataupun dengan perkataan kinayah/sindiran /tidak tegas/tidak langsung,mereka membolehkannya dengan syarat ada niat utuk rujuk. Contoh perkataan suami: ”saya nikahi kamu” atau” “kamu sekarang berada dalam tanggung jawabku”.

  1. Adapun rujuk dengan perbuatan,seperti berhubungan intim, berciuman, menyentuh dengan syahwat dan sebagainya. Maka para ulama berbeda pendapat. Jumhur ulama membolehkan merujuk istri dengan perbuatan. Sementara menurut madzhab syafi’i rujuk dengan perbuatan tidak diperbolehkan. Rujuk hanya boleh dengan perkataan saja.

Kami lebih cenderung untuk memilih pendapat jumhur ulama/mayoritas ulama yang membolehkan rujuk dengan perbuatan. Wallahu a’lam bishowab.  (as)



-- Amin Syukroni, Lc