Istri Tidak Patuh Dan Cenderung Keras Kepala

Pernikahan & Keluarga, 13 Agustus 2022

Pertanyaan:

Istri saya anak pertama dan perempuan satu-satunya di keluarganya, saya anak terakhir dari 4 bersaudara. Selama ini istri cenderung lebih besar ego dan keras kepala, jangankan suami, orang tuanya pun dibentak atau suaranya dikencangkan saat berkomunikasi dengan orang tua. Saat saya menasehati pun terkadang acuh tak acuh cenderung tidak menjalankan. Mohon saran sebaiknya bagaimana karena saya sangat takut karena hal-hal yang dianjurkan syariah pun tidak mau didengar dan dijalankan



-- Ridha (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Rasulullah saw menjelaskan tentang salah satu tabiat wanita. Dan tabiat itu dipengaruhi oleh asal ciptaannya. Beliau saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ، فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ”

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu, maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para wanita". (HR. Bukhari dan Muslim)

Berdsarkan hadits diatas, seorang suami atau seorang ayah serta siapa saja hendaknya selalu berwasiat atau berpesan kepada para wanita/isteri agar selalu berbuat baik. Pesan ini harus sering disampaikan dan terus menerus, agar secara lambat laun terjadi perubahan. Perlu kesabaran dan waktu yang lama untuk merubah perilaku wanita. Hal itu seperti mengubah tulang rusuk yang bengkok. Untuk meluruskannya tidak bisa sekaligus, tapi diluruskan sedikit demi sedikit dan bertahap. Lambat laun dia akan bisa lurus dan tidak bengkok lagi. Kesabaran dan keistiqomahanlah yang dibutuhkan.

Karena itu jika anda menginginkan sikap isteri anda berubah, maka nasehatilah. Dan jika belum nampak perubahannya saat itu juga, jangan bosan menasehati dan lakukanlah dengan beragam cara. Kalau perlu libatkan orang lain untuk menasehatinya.

Salah satu cara yang bisa dipakai meluruskan dan menasehati perilakunya adalah sikap tegas. Tegas bukan keras, tegas adalah sikap konsisten terhadap nilai kebenaran dan tidak mudah berubah karena rayuan. Tidak plin plan. Ketegasan anda tetap bisa anda tampilkan walau dengan lembut dalam tutur kata dan sikap. Kalau nggak boleh yang tetap nggak boleh. Tidak perlu marah.

Sesungguhnya dengan sikap tegas seperti itulah yang membuat isteri anda berlatih bersikap lurus sesuai aturan. Sikap tegas anda itu ibarat garis marka jalan, yang membuat pengguna kendaraan tidak ugal-ugalan dalam berkendara. Meskipun terkadang marka jalan masih dilanggar juga, tapi dengan adanya marka jalan itu akan mampu meminimalisir pelanggaran di jalan. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc