Assalamualaikum
Izin bertanya waktu itu teman saya cerita kalau suami nya itu seorang aktivis dakwah, pada suatu malam suami nya khilaf mengintip orang di kamar mandi..orang lain itu sdh lama tinggal dirumahnya...
Teman saya minta saran, saya bingung untuk memberikan solusi. mohon saranya si suami ini harus di maafkan atau bagaimana sesuai dengan syariat islam yg ada
Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Saran yang bisa disampaikan adalah hendaknya dia bertaubat kepada Allah atas kekhilafannya itu dengan taubat yang sebenar-benarnya. Allah maha pengampun atas hamba-hambaNya yang mau bertaubat. Allah swt berfirman:
Ù‚Ùلْ يَا Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙÙŠÙŽ الَّذÙينَ أَسْرَÙÙوا عَلَى أَنْÙÙØ³ÙÙ‡Ùمْ لَا تَقْنَطÙوا Ù…Ùنْ رَØÙ’مَة٠اللَّه٠إÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ يَغْÙÙØ±Ù الذÙّنÙوبَ جَمÙيعًا Ø¥Ùنَّه٠هÙÙˆÙŽ الْغَÙÙور٠الرَّØÙيم٠(53) ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ†ÙيبÙوا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ رَبÙّكÙمْ وَأَسْلÙÙ…Ùوا Ù„ÙŽÙ‡Ù Ù…Ùنْ قَبْل٠أَنْ يَأْتÙÙŠÙŽÙƒÙم٠الْعَذَاب٠ثÙÙ…ÙŽÙ‘ لَا تÙنْصَرÙونَ (54)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54)
وَمَنْ يَّعْمَلْ سÙوْۤءًا اَوْ يَظْلÙمْ Ù†ÙŽÙْسَهٗ Ø«Ùمَّ يَسْتَغْÙÙØ±Ù اللّٰهَ ÙŠÙŽØ¬ÙØ¯Ù اللّٰهَ غَÙÙوْرًا رَّØÙيْمًا
Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang
Dalam hadits qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:
يَا ابْنَ آدَمَ Ø¥Ùنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنÙÙ‰ بÙÙ‚ÙØ±ÙŽØ§Ø¨Ù الأَرْض٠خَطَايَا Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ Ù„ÙŽÙ‚ÙيتَنÙÙ‰ لاَ ØªÙØ´Ù’رÙك٠بÙÙ‰ شَيْئًا لأَتَيْتÙÙƒÙŽ بÙÙ‚ÙØ±ÙŽØ§Ø¨Ùهَا مَغْÙÙØ±ÙŽØ©Ù‹
“Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.” (HR. Tirmidzi)
Ø¥Ùنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ÙŠÙŽØ¨Ù’Ø³ÙØ·Ù ÙŠÙŽØ¯ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ§Ù„لَّيْل٠لÙيَتÙوبَ Ù…ÙØ³ÙÙ‰Ø¡Ù Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽÙ‡ÙŽØ§Ø±Ù ÙˆÙŽÙŠÙŽØ¨Ù’Ø³ÙØ·Ù ÙŠÙŽØ¯ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ§Ù„نَّهَار٠لÙيَتÙوبَ Ù…ÙØ³Ùىء٠اللَّيْل٠ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ ØªÙŽØ·Ù’Ù„ÙØ¹ÙŽ Ø§Ù„Ø´Ù‘ÙŽÙ…Ù’Ø³Ù Ù…Ùنْ Ù…ÙŽØºÙ’Ø±ÙØ¨Ùهَا
“Sesungguhnya Allah -‘azza wa jalla- membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat dari yang berbuat dosa di siang hari. Dia pun membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat dari yang berbuat dosa di malam hari. Taubat terus diterima sampai matahari terbit dari arah tenggelamnya (arah barat).” (HR. Muslim no. 2759).
Dari hadits Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Ø¥Ùنَّ اللَّهَ يَقْبَل٠تَوْبَةَ الْعَبْد٠مَا لَمْ ÙŠÙØºÙŽØ±Ù’ØºÙØ±Ù’
“Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba selama nyawa belum sampai di tenggorokan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Melihat dalil-dalil diatas maka tidak sepantasnya ada sikap pesimis terhadap ampunan Allah swt. Allah maha pengampun atas segala dosa apapun dan sebesar apapun.
Manusia juga tidak boleh putus asa dari rahmat Allah. Sehingga menjalani kehidupan ini penih rasa duka dan khawatir karena kesalahan yang pernah diperbuatnya. Selama dia mau betaubat dan meminta ampun kepada Allah swt.
Dan disarankan kepada isterinya agar mau memaafkan kekhilafan suaminya itu. Apalagi jika suaminya telah menyadari kekhilafannya itu. Semoga suaminya akan mengambil pelajaran dari kekhilafannya itu dan tidak akan mengulanginya kembali. Wallahu a’lam bishowab. (as)