Tobat Karena Mengumbar Aib Sendiri

Lain-lain, 5 Juni 2023

Pertanyaan:

Pak ustad saya membaca sebuah hadis bahwa seorang yang mengumbar dosa atau aibnya pada orang lain tak akan diampuni dosanya, lalu pak ustad bagaimana bila orang itu bertaubat apakah tobatnya diterima, karena saya pribadi sering menceritakan perbuatan maksiat saya kepeda teman teman saya dan sekarang saya sadar dan ingin bertaubat apakah masih ada kesempatan untuk saya apakah allah akan menerima tobat saya, mohon jawabanya pak ustad*.



-- Todi (Padant)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Terkait menceritakan kemaksiatan yang dilakukan seseorang yang pernah dilakukannya. Rasulullah saw bersabda:

عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR. Bukhari)

Yang dimaksud dengan mujahirin adalah orang yang secara sengaja mempertontontonkan kemaksiatan yang dilakukannya. Dan termasuk mujahirin adalah orang yang melakukan kemaksiatan secara sembunyi-sembunyi sehingga tidak ada orang yang mengetahui perbuatannya itu, tetapi kemudian dia menceritakan dan menyebarkannya kepada orang lain, sehingga awalnya tidak ada yang mengetahui perbuatan maksiat itu, akhirnya menjadi banyak orang yang mengetahuinya, layaknya perbuatan maksiat itu dilakukan secara terang terangan dihadapan orang banyak.

Apakah semua orang yang menceritakan kemaksiatan yang pernah dikerjakannya termasuk mujahirin yang tidak diampuni dosanya? Jika niat dari menceritakan itu adalah untuk menjadi ibrah dan nasehat, atau dalam rangka ingin mendapatkan fatwa atau nasehat atau niat baik lainnya, maka yang sedemikian itu tidak termasuk mujahirin yang tidak diampuni dosanya. Tetapi jika niat dari menceritakan kemaksiatan itu dalam rangka untuk berbangga diri dan menginspirasi orang untuk berani bermaksiat atau untuk tujuan buruk lainnya, maka perbuatan itu termasuk mujahirin yang pelakukanya tidak diampuni kecuali dengan taubat.

Allah swt berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (QS. Nur :19)

Yang dimaksud dengan tidak diampuni yang tersebut dalam hadits diatas adalah tidak diampuni kecuali dengan taubat. Karena Allah maha pengampun dan akan mengampuni segala dosa yang dilakukan hambanya selama dia mau bertaubat kepadaNya dengan taubat yang sebenarnya

Hal ini sebagaimana yang telah Allah ‘Azza wa Jalla firmankan kepada kita dalam sebuah hadis qudsi,

 Ø¹Ù† أنس رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول – قال الله تعالى : يا بن ادم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان ولا أبالي , يا بن ادم لو بلغت ذنوبك عنان السماء ثم استغفرتني غفرت لك , يا بن ادم إنك لو أتيتني بقراب الأرض خطايا ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً لأتيتك بقرابها مغفرة – رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukanku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberi ampunan sepenuh bumi pula” (HR. Tirmidzi)

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc