Assalamu Alaikum Wr Wb
Saya mempunyai istri dan 1 orang anak, waktu saya masih kerja di daerah A dgn penghasilan alhamdulillah, istri merasa kekurangan, dan kami sellau bertengkar. seluruh gaji saya saya serahkan ke istri untuk di kelola, akhirnya ada tawaran pindah ke kota B, dengan peghasilan diatas di kota A, pengahsilan saya tetap masih saya berikan ke istri untuk di kelola,akan tetapi tetap merasa kurang.kami ada cicilan rumah dan mobil untuk dia pakai. Sementara setiap ada kebutuhan anak, mobil rusak, rumah rusak, saya diminta biayai, sementara penghasilan saya hanya dari gaji.
Sampai2 sya tidak jarang kasi ke orang tua
Minta saran dan solusi,apakah saya bertahan atau gimana
Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Diantara sifat wanita/isteri adalah kurang bersyukur kepada pemberian suami. Banyak mengeluh dan selalu merasa kurang.Selesai shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,
وَرَأَيْت٠النَّارَ Ùَلَمْ أَرَ كَالْيَوْم٠مَنْظَرًا Ù‚ÙŽØ·ÙÙ‘ وَرَأَيْت٠أَكْثَرَ أَهْلÙهَا النÙّسَاءَ. قَالÙوا: Ù„ÙÙ…ÙŽ يَا رَسÙوْلَ Ø§Ù„Ù„Ù‡ÙØŸ قَالَ: بÙÙƒÙÙْرÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘. Ù‚Ùيْلَ: يَكْÙÙØ±Ù’Ù†ÙŽ Ø¨ÙØ§Ù„Ù„Ù‡ÙØŸ قَالَ: يَكْÙÙØ±Ù’Ù†ÙŽ الْعَشÙيْرَ وَيَكْÙÙØ±Ù’Ù†ÙŽ Ø§Ù’Ù„Ø¥ÙØÙ’Ø³ÙŽØ§Ù†ÙŽØŒ لَوْ Ø£ÙŽØÙ’سَنْتَ Ø¥Ùلىَ Ø¥ÙØÙ’Ø¯ÙŽØ§Ù‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ الدَّهْرَ، Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ رَأَتْ Ù…Ùنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْت٠مÙنْكَ خَيْرًا Ù‚ÙŽØ·ÙÙ‘
“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi jika isteri anda selalu merasa kurang walaupun anda telah memberikan semua gaji anda kepada untuk dikelola, maka hal suatu kewajaran. Walaupun sesuatu yang wajar itu tidak baik dan harus dirubah menjadi lebih baik.
Adapun masalah pengelolaan keuangan,maka masalah keuangan itu sering kali menjadi masalah keluarga, karena perbedaan prinsip dan cara pandang antara suami dan isteri dalam mengelolan keuangan. Untuk menuntaskan masalah pengelolaan keuangan keluarga anda adalah dengan membuat kesepakatan bersama tentang system pengelolaan keuangan keluarga.
Suami sebagai kepala keluarga dan penanggung jawab nafkah keluarga paling berhak atas pengelolaan keuangan. Tapi biasanya di sebagian keluarga, pengelolaan keuangan diserahkan ke isteri begitu saja tanpa ada arahan yang jelas dari suami, sehingga ketika pengelolaan itu tidak cocok dengan maunya suami,maka timbullah masalah keluarga. Percekcokan suami dan isteri terjadi. Karena itu, sebaiknya anda dan isteri duduk bersama untuk membicarakan system keuangan.
Berikan kepada isteri anda untuk menyampaikan pendapatnya. Bagaimana pengelolaan keuangan yang dia inginkan. Setelah itu berikan pendapat anda. Jangan sampai anda mendahului untuk berpendapat, agar anda mengetahui keinginannya, dan agar anda bisa lebih tepat memahami keinginannya.
Buatlah rencana anggaran setiap bulannya dan sepakatilah bersama untuk mengelola anggaran sesuai rencana. Jika ada kebutuhan mendesak dan harus dikeluarkan anggarannya, maka harus ada anggaran yang dikurangi atau dihilangkan. Agar tidak terjadi “besar pasak daripada tiang” wallahu a’lam bishowab.(as)