Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Afwan, Izin bertanya terkait hadast dalam shalat yakni kentut. Ada seorang yang dimana setiap hendak atau sedang melaksanakan shalat sering keluar kentut. Padahal sebelumnya tidak ingin kentut. Ia sudah mengusahakan untuk membuang gas tersebut sebelum shalat namun tidak keluar.
Dan ini terjadi tidak hanya 1-2 kali, melainkan hampir disetiap waktu shalat. Jadi, bagaimana hukum shalat yang ia lakukan apabila ia memilih untuk melanjutkan shalatnya karena keadaan ini membuatnya tidak kuat untuk mengulangi shalat nya.
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Syaitan itu mempunyai banyak cara untuk mengganggu manusia, diantaranya lewat kentut. hal ini seperti yang dijelaskan dalam sebuah riwayat hadits :
يَأْتِي أَحَدَكُمُ الشَّيْطَانُ فِي صَلَاتِهِ فَيَنْفُخُ فِي مَقْعَدَتِهِ فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ أَحْدَثَ وَلَمْ يُحْدِثْ فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ فَلَا يَنْصَرِفُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا
“Syaitan akan datang pada shalat kalian, lalu ia meniup anus kalian hingga seolah-olah kalian berhadats padahal kalian tidak berhadats. Maka ketika kalian menemukan kejadian demikian, janganlah berpaling (membatalkan shalat) sampai kalian mendengar suara atau mencium bau.” (HR Bazzar)
Dalam riwayat di atas secara tegas dijelaskan bahwa selama tidak ada indikasi yang pasti, seperti mendengar suara kentut atau mencium bau kentut, maka hal tersebut bisa masuk dalam kategori keragu-raguannya (syak) yang tidak berdampak pada hukum.
Jika ragu-ragu (syak) pada kentut saja tidak berpengaruh dalam keabsahan shalatnya, apalagi ketika ia waswas antara kentut atau tidak, maka jelas hal tersebut sangat tidak berpengaruh dalam keabsahan shalatnya.
Namun mendengar suara kentut dan mencium bau kentut dalam hadits di atas bukanlah suatu syarat dalam menentukan batalnya shalat seseorang, sebab yang menjadi pijakan adalah yakinnya seseorang atas keluarnya sesuatu pada duburnya, meskipun ia tidak mendengar suara kentut ataupun mencium bau kentut, misalnya seperti dia merasakan sendiri keluarnya kentut dari duburnya tanpa mendengar suara dan mencium bau kentut.
Kami khawatir bahwa apa yang dirasakan oleh seseorang yang anda kisahkan tersebut hanya sekedar ganggungan syaitan, hanya dalam bentuk keraguan dan bukan kepastian, dn ketika hal tersebut yang terjadi, maka apa yang dirasakan tersebut tidaklah berdampak pada batalnya shalat. Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
Wassaalaamj 'alaikum wrwb.