Pertanyaan:
Assalamualaikum ustad, saya islam dan percaya rukun iman, tapi dulu saya pernah bilang bahwa saya belum bisa sepenuhnya yakin pada kisah nabi, apakah saya sudah murtad? Setelahnya saya tidak syahadat dan tetap ibadah sambil belajar mempercayai, bagaimana status keislaman saya? Mohon bantuannya, trima kasih
--
Hamba Allah (Magelang)
Jawaban:
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan anda menunjukkan adanya was-was (keraguan) dalam akidah, namun berdasarkan apa yang Anda sampaikan, status keislaman anda insya Allah masih terjaga dan Anda belum murtad. Berikut adalah rincian hukum dan pandangan berdasarkan syariat Islam:
1). Status Murtad dan Keraguan
- Murtad (Keluar dari Islam) terjadi ketika seseorang dengan sadar, tanpa paksaan, dan meyakini ingkar kepada Allah, Rasul-Nya, atau rukun iman.
- Keraguan (Was-was) BUKAN Murtad: Meragukan suatu kisah dalam hati, atau terlintas pikiran negatif tentang agama, selama tidak diyakini sepenuhnya sebagai kebenaran dan tidak diucapkan untuk merendahkan agama, itu dianggap sebagai was-was syaitan.
- Ketakutan adalah Tanda Iman: Justru, adanya rasa takut tidak beriman atau ketakutan bahwa Anda telah murtad adalah bukti nyata bahwa Anda masih beriman. Jika Anda benar-benar murtad, hati Anda tidak akan merasa bersalah.
2). Status Keislaman Anda Saat Ini
- Tetap Seorang Muslim: Karena anda tetap beribadah dan berusaha mempelajari agama untuk meyakini kembali, Anda tetaplah seorang Muslim.
- Tidak Wajib Syahadat Ulang: Jika keraguan itu hanya lintasan hati dan Anda tidak memutuskan keluar dari Islam, Anda tidak wajib mengulang syahadat.
3). Langkah yang Harus Diambil
- Lawan Was-was: Jangan menuruti pikiran tersebut. Jika terlintas, segera istighfar dan alihkan pikiran ke hal lain.
- Tetap Belajar (Tafakkur): Teruskan belajar sirah nabawiyah (kisah Nabi) dari sumber yang sahih untuk memperkuat keyakinan.
- Berdoa: Mintalah ketetapan iman kepada Allah: Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'ala diinik (Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).
- Pahami Kisah Nabi: Kisah nabi bukan sekadar dongeng, tapi wahyu yang mengandung petunjuk moral dan akidah, yang dibenarkan oleh Al-Qur'an.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA