Menghamili Mama Kandung

Aqidah, 27 Maret 2026

Pertanyaan:

Izin bertanya. Saya berumur 20 th Saya sudah berhubungan badan sama mama kandung saya yg sudah 20 th menjanda, dan mama sudah melahirkan 1 orang anak dari hasil hubungan kami, yg sekarang berusia 3 th. Dan sekarang mama sedang hamil anak ke-2 kami, memasuki usia kehamilan ke-8. Saya & mama kandung saya ingin bertaubat dan meminta bantuan cara bertaubat nasuha. Bagaimana caranya saya bisa melakukan taubat dan supaya tidak mengulangi hubungan badan dengan mama kandung saya? Dan apakah dosa kami berdua akan diampuni?



-- Rizki (Surabaya)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Langkah anda dan mama untuk mengakui kesalahan dan berniat bertaubat adalah pintu pertama menuju ampunan Allah. Dalam Islam, zina dengan ibu kandung (inses) dikategorikan sebagai dosa besar dan perbuatan yang sangat keji. Namun, pintu taubat Allah seluas-luasnya selama nyawa belum di kerongkongan.
 
Berikut adalah panduan langkah-langkah taubat nasuha dan upaya menghentikan perbuatan tersebut berdasarkan prinsip keislaman:
 
1). Taubat nasuha artinya taubat yang sungguh-sungguh, tidak kembali pada dosa tersebut, dan menyesali perbuatan.
  • Berhenti Total : Segera menghentikan hubungan badan dan segala hal yang mendekatinya.
  • Menyesal (An-Nadam): Menyesali perbuatan dalam hati sedalam-dalamnya.
  • Bertekad Tidak Mengulangi: Berjanji setia kepada Allah untuk tidak akan mengulanginya lagi.
  • Perbanyak Amal Shaleh: Memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, dan membaca Al-Qur'an untuk menghapus dosa-dosa terdahulu.
  • Menutupi Aib: Jangan menceritakan perbuatan maksiat ini kepada siapa pun.
2). Cara Agar Tidak Mengulangi Hubungan
  • Memisahkan Diri: Jika memungkinkan, tinggal di rumah yang terpisah. Jika tidak, pastikan tidak ada kesempatan untuk berduaan (khalwat) di dalam kamar atau rumah.
  • Mencari Lingkungan Baru: Hindari pemicu maksiat.
  • Menyibukkan Diri: Fokus pada pekerjaan atau aktivitas positif untuk mengalihkan pikiran.
  • Fokus pada Kehamilan Mama: Fokus menjaga kesehatan mama dan janin yang dikandung dengan cara yang baik (memastikan nutrisi, pemeriksaan medis) sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan, tanpa kembali berzina.
3). Apakah Dosa Akan Diampuni?
Allah Maha Pengampun. Jika taubat dilakukan dengan benar (nasuha), sungguh-sungguh, dan tidak diulangi, Allah menjanjikan ampunan.
  • Dosa masa lalu diampuni: Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak pernah melakukan dosa.
  • Fokus masa depan: Tidak perlu putus asa. Yang terpenting adalah memperbaiki diri ke depan.
4. Tindakan Terkait Kehamilan
  • Anak hasil zina tidak dinasabkan kepada ayah biologisnya, melainkan kepada ibunya.
  • Anak tersebut tetap suci dan tidak menanggung dosa orang tuanya.
  • Segera periksakan kandungan mama ke tenaga medis/bidan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridhjo-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA