Menggagahi Mama


Pertanyaan:

Izin bercerita. Aku Indra, umurku 28th, asli Buton tapi sekarang tinggal di Turki. Sudah 9th aku tinggal di turki bersama mama kandungku sejak pertama kali kami pindah ke sini untuk melanjutkan kuliahku. Setelah 1 minggu pindah ke Turki, aku menggagahi mama kandungku karna aku memang sudah terpesona dengan keindahan tubuhnya sejak aku masih umur 17th. Setelah sekitar satu bulan aku terus berhubungan badan dengan mama kandungku, akhirnya mama kandungku hamil anak pertama kami. Singkat cerita, kami sepakat untuk tetap melahirkan anak tersebut karna alasan dosa jika kami menggugurkannya. Alhasil, selama 9th bersama, mama sudah 3x melahirkan anak dariku, anak pertama sekarang berusia 9th, anak ke-2 berusia 6th, anak ke-3 berusia 2th. Bahkan sekarang, mama sedang hamil anak dariku untuk yg ke-4 kalinya, usia kandungannya masih 5 bulan. Mohon karangkan sebuah doa khusus supaya mama kandungku tetap sehat dan bisa melahirkan anak hasil dari hubungan kami karna mama kandungku sekarang sudah berusia 46th.

---------------------

Aku juga mau tanya.

Tahun depan, aku mendapat kesempatan untuk mengambil kewarganegaraan Turki karna aku sudah 10th berada disini atau aku harus kembali ke Buton. Kalau aku, mama kandungku & ke-4 anak kami kembali, apa yg harus aku katakan ke ayahku ketika tau istrinya sudah melahirkan 4 orang anak dariku? Atau sebaiknya aku menetap di Turki saja sama mama kandungku? Aku sebenarnya juga pengen berhenti berhubungan badan dengan mama kandungku sendiri karna mengingat umur mama yg udah nggak muda, tapi rasanya mustahil bisa menahan nafsu ketika sedang berduaan sama mama. Adakah doa khusus supaya aku bisa berhenti tergoda oleh keindahan dan kenikmatan tubuh mama kandungku sendiri? Tolong bantu aku memberi sebutan untuk anak2 yg sudah lahir, apa aku harus nyebut mereka anakku atau adikku kalau aku mau mengurus legalitas mereka di pemerintahan Turki? Karna aku ingin menyekolahkan anak2ku kalau aku sudah resmi menjadi warga negara Turki.



-- Indra (Istanbul)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Apa yang Anda lakukan, yaitu berzina dengan ibu kandung sendiri, adalah dosa besar yang wajib segera dihentikan tanpa menunggu nanti. Sekarang juga Anda harus menghentikannya. Jangan diteruskan, apalagi dinikmati dan sampai berpikir untuk mencari legalitas terhadap anak-anak yang lahir dari hubungan tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa zina dengan ibu kandung termasuk dosa besar yang sangat berat. Dari Al-Bara’ bin ‘Azib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الرِّبَا اثنان وسبعون بابًا، أدناها مثل إتيان الرجل أمَّه، وإن أرْبَى الربا استطالة الرجل في عرض أخيه

Riba memiliki tujuh puluh dua pintu. Tingkatan yang paling ringan seperti seseorang menzinahi ibu kandungnya. Dan sesungguhnya riba yang paling besar adalah merusak kehormatan saudaranya.” (HR. Ath-Thabrani)

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

  1. Segera hentikan hubungan badan dengan ibu kandung Anda.
    Jangan lagi berduaan di tempat yang memungkinkan terjadinya hubungan tersebut. Pisahkan tempat tinggal atau minimal pisahkan kamar dan buat batas interaksi yang tegas. Nafsu akan semakin kuat jika terus diberi kesempatan.
  2. Perbanyak taubat dan ibadah.
    Taubat dilakukan dengan:
  1. menyesali perbuatan,
  2. berhenti dari perbuatan tersebut,
  3. bertekad untuk tidak mengulanginya,
  4. memperbanyak amal saleh dan istighfar.

Yang wajib Anda lakukan adalah bertaubat kepada Allah dengan meninggalkan perbuatan tersebut sekaligus meninggalkan lingkungan yang mendukung terjadinya perzinaan itu.

Belajarlah dari kisah taubat seorang pembunuh seratus jiwa. Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa. Lalu ia bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi. Ia ditunjukkan kepada seorang rahib, lalu mendatanginya dan berkata, ‘Seseorang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa. Apakah masih ada pintu taubat baginya?’
Rahib itu menjawab, ‘Tidak ada.’ Maka rahib itu pun dibunuh, sehingga genap seratus jiwa yang telah dibunuhnya.

Kemudian ia kembali bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi. Ia pun ditunjukkan kepada seorang alim. Lalu ia berkata, ‘Seseorang telah membunuh seratus jiwa. Apakah masih ada pintu taubat baginya?’
Orang alim itu menjawab, ‘Ya, masih ada. Siapa yang dapat menghalangi antara dirinya dengan taubat? Pergilah ke negeri anu, karena di sana ada kaum yang beribadah kepada Allah. Beribadahlah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu, karena negerimu adalah negeri yang buruk.’

Maka orang itu pun berangkat. Ketika sampai di tengah perjalanan, maut menjemputnya. Malaikat rahmat dan malaikat azab pun berselisih tentang dirinya. Malaikat rahmat berkata, ‘Ia datang dalam keadaan bertaubat dan menghadapkan hatinya kepada Allah.’ Sedangkan malaikat azab berkata, ‘Ia belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun.’

Lalu Allah mengutus malaikat dalam rupa manusia untuk menjadi penengah. Malaikat itu berkata, ‘Ukurlah jarak antara dua negeri itu. Ke negeri mana ia lebih dekat, maka ia termasuk penduduk negeri tersebut.’ Setelah diukur, ternyata ia lebih dekat kepada negeri yang baik, maka ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat.”
(HR. Muttafaq ‘alaih)

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan semoga Allah menerima taubat serta memberikan kekuatan untuk meninggalkan perbuatan tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc