Pertanyaan:
Saya selalu was was murtad sampai2 saa setiap hari baca syahadat dan saya takut karena menfira murtad saya malah murtad apakah mengira diri kita murtad membuat kita kafir?
--
Rasyid (Jakarta Selatan)
Jawaban:
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Mengira atau merasa diri murtad sama sekali tidak membuat anda menjadi murtad atau kafir. Apa yang anda alami adalah bentuk was-was akidah (gangguan pikiran/bisikan setan) yang sering kali justru menandakan adanya iman di hati anda, bukan hilangnya iman.
Berikut adalah poin-poin penting berdasarkan syariat Islam untuk menenangkan anda :
- Was-was adalah Ujian: Orang yang benar-benar murtad tidak akan merasa takut atau cemas keimanannya hilang. Rasa was-was, takut murtad, dan benci dengan lintasan pikiran tersebut adalah tanda bahwa Anda masih beriman.
- Setan membisikkan keraguan agar anda berputus asa, sedih, dan meragukan Allah.
- Lintasan pikiran (hatsiral khatir) yang tidak diucapkan atau diyakini dalam hati tidak dihukumi murtad. Islam menilai dari keyakinan hati dan tindakan nyata, bukan dari bisikan yang dibenci.
2). Apakah Syahadat Tiap Hari Perlu?
- Jika Anda merasa tenang dengan membacanya, tidak masalah. Namun, anda tidak diwajibkan untuk syahadat ulang setiap hari, karena secara hukum Anda belum pernah keluar dari Islam.
- Was-was ini harus dilawan, bukan diikuti dengan perilaku yang memperkuat kecemasan.
3). Cara Mengatasi Was-was Murtad
- Saat pikiran "saya murtad" muncul, segera abaikan. Jangan dilawan dengan logika, jangan berdialog dengan pikiran tersebut.
- Segera alihkan perhatian ke aktivitas lain, berdzikir, atau shalat.
- Ucapkan: "Amantu billahi wa rusulihi" (Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya) atau "La ilaha illallah".
- Was-was sering muncul karena kurangnya pemahaman tentang apa yang membatalkan iman.
- Berobat jika Perlu: Jika was-was ini sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari (obsesif), ini bisa dikategorikan penyakit mental (was-was), dan disarankan berkonsultasi dengan psikolog atau ulama yang memahami hal ini.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberto kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum warahmatullah wa barakaatuh.
--
Agung Cahyadi, MA