Pertanyaan:
Assalamualaikum...
Alhamdulillah terima kasih dgn semua atas jawaban tntg perbedaan Mazhab Maliki dan Syafi'i.. Terakhir ustadz.. kemarin saya melihat teman saya ksih makn anjingnya pakai tangan dan sya melihat dgn mata kepala sendiri,dan saya juga kemarin itu sempat juga terkena liur anjing di pakaian. Trus teman saya itu langsung nyentuh saya dalm keadaan basah.yah saya jadi was was sekali dstu.dan apalagi terkena liur anjing di baju saya.
Terus saya terfikir saya mengamalkan Mazhab Maliki.bhwa liur anjing suci.trus yg perlu di basuh 7x itu anjing yg menjilat bejana saja.jadi jika terkena liur anjing cumn bagian pakaian dan tubuh sja.tidak perlu pembasuhan 7x..dan itu saya TDK lakukan.krena saya mengamalkan Mazhab Maliki..
Apakah tidak apa2 ustadz sya TDK mmbasuh sama sekali dgn tanah.krena basuhan tersebut hanya berlaku pada bejanah saja.sdgkn teman saya jg yg SDH nyentuh saya.dan dia SDH menyebabkan najis menyebar.
Akin Tilamuta
--
Akin (Tilamuta )
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wa barakaatuh.,
Dalam Mazhab Maliki, air liur anjing secara dzatnya dihukumi suci dan tidak najis. Perintah membasuh 7x (salah satunya dengan tanah) pada bejana yang dijilat anjing bukanlah karena najis, melainkan sekadar bentuk ketaatan mutlak (ta'abbudi) kepada perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (dalam madzhab Maliki), sehingga :
- Pembasuhan 7x dengan tanah tidak berlaku untuk tubuh, pakaian, atau lantai.
- Karena liurnya dianggap suci menurut mazhab yang anda amalkan, sentuhan teman anda saat basah tidak memindahkan najis.
- Anda tidak perlu membasuh pakaian atau tubuh anda sama sekali, dan sah digunakan untuk salat.
Sebagai catatan, pandangan ini berbeda dengan Mazhab Syafi'i ( yang diikuti mayoritas ummat di Indonesia) yang menganggapnya najis mughalladzah (najis berat). Namun, dalam Islam sangat dibolehkan (rukhsah) untuk berpindah ke mazhab lain—seperti Mazhab Maliki—terutama jika Anda sedang diuji dengan rasa waswas yang berlebihan (was-was).
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA