Tentang Talak


Pertanyaan:

Sebelumnya saya sudah talak 1 Suami saya pernah bilang kalau saya melakukan pinjaman online 1 x lagi saya akan langsung jatuh talak 3. Singkat cerita Saya iseng download aplikasi pinjaman online dan saya tisak gada niat minjem si cuma iseng aja tau2nya di tf uangnya dan saya jg tidak mengklik mengajukan pinjaman tersebut, dan saya cari2 di tiktok itu tuh pinajamn ilagal ktnya keep untuk bayar saja karna kalau dibayar lgsg di tf tf terus begitu terus, akhirnya suami saya tau karna di wa ama Dc pinjaman tsb.

Saya tidak berniat mengajukan pinjaman tersebut karna tanpa aba aba pinjaman langsung cair bahkan padahal saya belum sempat cek limit , cm krn emng terlanjur yaudah saya coba solat tobat segala macam minta ampun kpd allah, di satu titik mikir mungkin begini caaranya saya agae jauh dr riba biar slik jelek BI cheking saya jelek, san saya bener2 bersyukur jg sbnernya karna begini bisa bikin slik BI cheking saya jelek dan gabisa pinjam2 paylatter atau dsb, skrg saya jg tunggu org ini ngehubungin saya secara langsung supaya uangnya saya kembalikan sesuai yg dia trf(karna saya baca di tiktok kalau saya bayar lewat aplikasi nanti di tf lg secara otomatis lg gitu terus sampe limit habis) saya gamau nambah2 masalah baru jd saya tunggu org itu dtg, saya jelaskan kepada suami dan suami saya jg tau saya mungkin tidak niat seperti ini, dan sampe akhirnya yg jg masalah yg dia bilang bakal talak 3 saya kalau begini begini. Sampe saya tannya emng suami saya mau cerai atau tidak dia blg tidak, Cm dia mau lihat dr hukum agamanya cerai apa tidak gitu ucapan dia yang sebelumnya

Mohon penjelasannya ustad karena sekarang kami juga jadi bingung , kami sama sama masih ingin mempertahakan namun karena ucapan sblumnya yang soal talak 3 jadi suami takut rumahtangga diteruskan akan menjadi dosa. Apakah ucapan suami jatuh talak? Kalau jatuh talak keberapa ?



-- Nurul Padillah (Bekasi)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Suami Anda telah melakukan taklik talak. Taklik talak adalah talak yang digantungkan pada suatu keadaan tertentu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Contohnya, suami berkata kepada istrinya, “Kalau kamu melakukan pinjaman online satu kali lagi, maka kamu tertalak,” atau “Jika kamu keluar rumah tanpa izin saya, maka kamu tertalak,” atau “Jika kamu memakai baju merah, maka kamu tertalak.”

Dengan ucapan seperti itu, apabila istri melakukan hal yang dijadikan syarat, maka talak dapat terjadi secara otomatis. Hal ini karena suami menggantungkan terjadinya talak pada perbuatan tertentu, seperti melakukan pinjaman online, keluar rumah tanpa izin, atau memakai baju merah.

Namun, pada kasus yang Anda sampaikan, taklik talak tersebut tidak menyebabkan jatuhnya talak. Hal itu karena pinjaman online yang terjadi dilakukan tanpa sengaja, tidak ada niat, atau terjadi karena kekeliruan. Orang yang melakukan sesuatu karena salah atau tidak sengaja, maka perbuatannya tidak dibebani hukum sebagaimana perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. Kesalahan yang dilakukan tanpa disengaja diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ:
«إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي: الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ»

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah memaafkan umatku dari kesalahan, lupa, dan sesuatu yang dipaksakan kepada mereka.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

Sebagai saran, sebaiknya taklik talak tersebut dibatalkan apabila justru membawa mudarat bagi keluarga. Suami dapat menyatakan bahwa mulai saat ini taklik talak tersebut tidak berlaku lagi.

Demikian yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab. (as)

 



-- Amin Syukroni, Lc