Assalamualaikum, saya sering merasa cemas setiap hari tentang apa yang sebenarnya terjadi pada 22 September 2024 ketika saya sendirian. Saya sering mencoba mengingat kembali hari tersebut tanpa henti, seolah-olah dengan mengingat kembali hari itu saya bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Namun ketika mencoba mengingat kembali, ingatan di dalam kepala menunjukkan gambaran yang berbeda-beda, seperti:
Saya terlafaz sesuatu di dalam hati atau hanya gerakan mulut tanpa suara, tetapi kalimatnya tidak pasti apakah menyebut istri saya dan tidak pasti apakah menyebut talak 1 atau talak 3, sebagai contoh "Aku cer_i tal_k 1 (atau 3)" atau "Cer_i tal_k 1 (atau 3)".
Saya terlafaz sesuatu di mulut, tetapi kalimatnya tidak pasti apakah menyebut istri saya dan tidak pasti apakah menyebut talak 1 atau talak 3, sebagai contoh "Aku cer_i tal_k 1 (atau 3)" atau "Cer_i tal_k 1 (atau 3)".
Saya terlafaz sesuatu di dalam hati atau hanya gerakan mulut tanpa suara, tetapi kalimatnya jelas ada menyebut istri, namun tidak pasti menyebut talak 1 atau talak 3, sebagai contoh "Aku cer_i kau/istriku/nama istri talak 1 (atau talak 3)".
Saya terlafaz sesuatu di mulut, tetapi kalimatnya jelas ada menyebut istri, namun tidak pasti menyebut talak 1 atau talak 3, sebagai contoh "Aku cer_i kau/istriku/nama istri talak 1 (atau talak 3)".
Ruminasi ini sering terjadi di dalam pikiran saya tanpa henti setiap hari untuk mencoba memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Saya sering memarahi diri sendiri, bagaimana bisa saya menjadi ragu terhadap hal ini? Saya sangat khawatir, apakah selama ini saya tidak jujur? Berkali-kali saya mengulanginya dalam pikiran saya dengan harapan bisa mendapatkan keyakinan, tetapi saya justru sering merasa cemas. Tahun lalu saya juga melakukan pengesahan di mahkamah (pengadilan agama) dan di dalam formulir pengesahan, saya tidak dapat menyatakan kalimat yang benar, jadi saya hanya menulis "Was-was/Ragu-ragu". Hakim tidak dapat mengesahkan karena tidak ada kalimat yang bisa disahkan, jadi saya memberi tahu hakim kalimat yang mungkin terlafaz, yaitu sebagai contoh "Saya cer_i kamu". Hakim juga menanyakan tingkat keyakinan saya, dan saya jawab 50-50; kadang-kadang terasa lafaz di mulut, kadang-kadang terasa di hati. Mahkamah memutuskan bahwa tidak ada talak yang terjadi. Tetapi saya masih merasa ketakutan karena tidak memberi tahu hakim apakah lafaznya talak 1 atau 3?
Jadi saya mencoba mengingat kembali setiap hari, apakah talak 1 atau 3? Setiap hari saya berpikir, kadang-kadang terasa seperti talak 1 saja, kadang-kadang terasa 3? Yang mana yang sebenarnya? Hal itu terus berbolak-balik seperti 1 atau 3, 1 atau 3? Kalimatnya menyebut istri atau tidak? Bersuara atau di dalam hati? Yang mana satu? Saya menjadi sangat bingung apa yang sebenarnya terjadi pada 22 September 2024. Hal ini mengganggu saya karena tanggalnya bisa saya ingat, tetapi kalimatnya susah dipastikan, dan apakah bersuara atau di dalam hati? Perlukah melakukan pengesahan sekali lagi? Saya khawatir mahkamah akan menolak kasus saya sekali lagi. Bagaimana cara mengetahui apa yang sebenarnya terjadi?
jika berkenan lakukan konsultasi online via wa 018703357795,dengan meyertakan pertanyaan yang sudah anda kirim ke web