Pertanyaan:
Assalamualaikum Izin bertanya. 3 tahun terakhir ini Hidup saya rasakan semakin berat, hutang di sana sini, biaya hidup tidak terpenuhi, mencari nafkah susahnya Minta ampun, sampai sampai saudara saudara menjauh seakan mereka tutup mata dengan keadaan kami saat ini, saya kadang terlintas di benak saya untuk apa saya ibadah, sedangkan kehidupan saya semakin sulit, orang tua pun seakan tidak peduli dengan keadaan adaan saya. Jadi Apa yg harus saya lakukan? Amalan apa yg harus saya kerjan?
Yg sudah saya lakukan Sholat Taubat pagi dan sore, sholat fardhu berjamaah saya berusaha tidak tinggal 1 waktu pun, sholat tahajud, dan sholat Dhuha sudah saya lakukan. Apakah ada yg salah dengan sholat ku sehingga hidup kami semakin hari semakin sulit sampai sampai untuk makan saja susah untuk berusaha memenuhinya. Mohon arahan dan bimbingannya. Atas perhatian saya Ucapkan terimakasih.
--
Iwan Setiawan (Baturaja Sumatera Selatan )
Jawaban:
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga Allah menguatkan hati anda, melapangkan rezeki anda, dan segera mengangkat kesulitan yang sedang anda hadapi.
Ujian yang anda alami sangat berat, dan sangat manusiawi jika anda merasa lelah. Namun, ketahuilah bahwa tidak ada yang salah dengan ibadah anda. Shalat fardhu jamaah, tahajud, dhuha yang anda istiqamahkan adalah prestasi iman yang luar biasa di tengah himpitan ekonomi.
Allah sedang menguji kesetiaan iman anda, bukan membenci anda. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Rasul sebelumnya dan juga para sahabat pun pernah mengalami ujian ujian dan bahkan fase kelaparan yang sangat hebat, karena tabiat iman dan bahkan kehidupan itu adalah ujian.
Berikut adalah arahan, bimbingan, serta amalan pelengkap yang bisa Anda lakukan:
1). Pergeseran Niat (Mindset)
- Ibadah untuk Allah, bukan jaminan dunia: Shalat adalah hak Allah dan kebutuhan ruhani kita. Jangan jadikan shalat sebagai "alat transaksi" agar otomatis kaya. Ketika anda ikhlas menyembah-Nya tanpa syarat, ketenangan hati akan datang meskipun kondisi belum berubah.
- Husnudzon (Baik Sangka): Jangan biarkan syetan membisikkan bahwa Allah tidak peduli. Kesulitan ini mungkin cara Allah menggugurkan dosa-dosa masa lalu atau mengangkat derajat anda ke tempat yang mulia.
2). Evaluasi Harta dan Penghubung Rezeki
- Periksa asal-usul hutang: Jika hutang tersebut mengandung unsur riba, segeralah bertekad kuat di dalam hati untuk meninggalkannya dan bertobat. Riba bisa menjadi penghambat utama keberkahan hidup.
- Maafkan orang tua dan saudara: Manusia memiliki keterbatasan. Ketika mereka menjauh, itu adalah sinyal dari Allah agar anda hanya bergantung kepada-Nya, bukan kepada makhluk. Tetap jaga adab kepada orang tua, jangan mendendam, karena ridha mereka tetap penting dan sangat diperlukan.
3). Amalan Khusus Penarik Rezeki dan Pelunas Hutang
Lanjutkan shalat-shalat yang sudah anda lakukan, lalu hiasi dengan amalan pelengkap ini:
- Istighfar Tanpa Batas: Baca Astaghfirullah hal adzim sebanyak mungkin. Surah Nuh ayat 10-12 berjanji bahwa istighfar adalah kunci pembuka hujan rezeki dan jalan keluar dari kemiskinan.
- Doa Pelunas Hutang dari Rasulullah: Amalkan doa ini setiap selesai shalat atau sebelum tidur:اللَّهُمَّ اكْفِني بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
-
"Allahumma ikfini bihalalika 'an haramika wa aghnini bifadhlika 'amman siwaka."
(Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal-Mu dari yang haram-Mu, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu).
4. Langkah Nyata (Ikhtiar Bumi)
- Turunkan ego pekerjaan: Jika mencari nafkah terasa sangat sulit, ambillah pekerjaan apa saja yang halal, sekecil apa pun hasilnya saat ini, tanpa memedulikan gengsi atau penilaian manusia.
- Komunikasi jujur pada penagih: Jika ditagih hutang, hadapi dengan jujur mengenai kondisi Anda saat ini. Jangan menghindar atau berbohong. Katakan Anda sedang berusaha dan minta kelonggaran waktu. Allah akan membantu orang yang berniat kuat membayar hutangnya.
Tetaplah melangkah, jangan biarkan syetan memenangkan pertempuran ini dengan membuat anda berhenti shalat. Saat anda merasa tidak punya siapa-siapa, anda masih punya Allah Yang Maha Kaya.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA