Jawaban:
Wa'alaikumussalaam ewarahmatullahi wa batakaatuh.
Secara hukum Islam, seseorang yang kembali membaca syahadat dengan niat masuk Islam telah sah menjadi seorang muslim, dan segala amal kebaikannya seperti shalat mulai dicatat kembali. Perasaan "belum pas" atau ragu-ragu setelah bersyahadat adalah hal yang wajar dan sering kali merupakan bentuk waswas yang datang dari setan untuk menjauhkan seseotrang dari ketenangan ibadah.
Berikut adalah langkah dan cara menyikapi perasaan tersebut agar hati menjadi lebih tenang:
1). Pahami bahwa Syahadat Anda Sudah Sah
Islam adalah agama yang praktis dan tidak mempersulit umatnya. Selama anda mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lisan dan ada keinginan di dalam hati untuk kembali memeluk Islam, maka keislaman anda sudah sah. anda tidak perlu mencari momen yang "sempurna" atau menunggu perasaan yang luar biasa untuk menganggap syahadat itu sah.
2). Jangan Menuruti Waswas (Keraguan)
Perasaan "belum pas" biasanya muncul karena terlalu dipikirkan. Dalam kaidah fikih disebutkan bahwa “Keyakinan tidak dapat dihilangkan oleh keraguan.” Status Islam anda yang baru adalah sebuah keyakinan, sedangkan perasaan kurang pas adalah keraguan.
- Bersikaplah cuek/mengabaikan bisikan tersebut.
- Setiap kali perasaan itu muncul, lawan dengan berkata dalam hati: "Saya sudah bersyahadat, saya sudah muslim, dan saya sedang taat kepada Allah."
3). Perbarui Syahadat dalam Sholat
Jika anda merasa syahadat anda yang pertama kurang mantap, sadarilah bahwa anda membaca syahadat berkali-kali setiap hari di dalam shalat, yaitu saat duduk tahiyyat (awal dan akhir). Niatkan dan hayati bacaan syahadat di dalam sholat tersebut sebagai sarana untuk terus memperbarui dan memperkuat keislaman anda.
4). Fokus pada Amal Saleh
Daripada menghabiskan energi memikirkan apakah syahadat anda sudah "pas" atau belum, fokuslah pada tindakan nyata yang sedang anda lakukan, seperti:
- Menjaga shalat lima waktu.
- Mempelajari kembali dasar-dasar agama secara perlahan.
- Memperbanyak istighfar (Astaghfirullahal 'adzim) dan zikir.
5). Berdoa Memohon Keteguhan Hati
Hati manusia berada di antara jemari Allah. Mintalah keteguhan iman dengan rutin membaca doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
Yaa Muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'ala diinik.
(Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).
Allah Maha Pengampun (Al-Ghafur) dan Maha Penerima Taubat (At-Tawwab). Selama anda melangkah mendekat kepada-Nya dengan shalat dan ibadah, Allah akan menerima anda.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taifiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA